Fakultas Ekonomi Hukum dan Bisnis (FEHBI) Universitas Muhammadiyah Semarang kembali menyelenggarakan kegiatan akademik inspiratif melalui Studium General bertema “Peran Komunikasi dalam Literasi Ekonomi Syariah” pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula GKB 3 Lantai 1 UNIMUS ini menghadirkan narasumber utama H. Fathin Hammam, S.Sos., M.Pd., selaku Ketua PDM Kabupaten Tegal sekaligus praktisi bisnis.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa FEHBI Unimus dengan penuh antusiasme. Suasana acara berlangsung hangat dan interaktif sejak awal kegiatan yang dipandu oleh Master of Ceremony, Harlan A. Ganur, mahasiswa FEHBI UNIMUS.

Kegiatan ini menjadi wadah penting dalam meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai pentingnya komunikasi dalam pengembangan dan penyebarluasan literasi ekonomi Islam di tengah masyarakat modern.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan FEHBI UNIMUS, Dr. A.M. Jumai, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada narasumber utama atas kesediaannya hadir dan berbagi ilmu kepada civitas akademika FEHBI UNIMUS. Beliau juga menekankan pentingnya membangun semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa agar mampu menjadi generasi yang mandiri, inovatif, dan sukses di masa depan.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga harus mampu menciptakan peluang usaha dan menjadi pengusaha yang sukses di masa mendatang. Literasi ekonomi Islam menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar beliau.

Kegiatan Studium General berjalan dengan interaktif dan komunikatif yang dipandu oleh Yusuf Ammar (Mahasiswa FEHBI Unimus) sehingga suasana forum menjadi lebih hidup.
Sebagai narasumber utama, H. Fathin Hammam, S.Sos., M.Pd., menyampaikan materi mendalam mengenai literasi ekonomi syariah dan potensi besar Indonesia dalam pengembangan ekonomi Islam. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa literasi syariah merupakan pemahaman masyarakat terhadap prinsip-prinsip ekonomi Islam yang meliputi keuangan syariah, bisnis halal, hingga praktik ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Beliau mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi syariah dunia karena didukung oleh jumlah penduduk muslim yang sangat besar. Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan dalam meningkatkan literasi ekonomi Islam di masyarakat.
“Masalah utama yang dihadapi saat ini adalah masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai ekonomi syariah. Oleh karena itu, komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan nilai dan konsep ekonomi Islam kepada umat,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, H. Fathin Hammam juga menyoroti pentingnya penggunaan media strategis sebagai sarana edukasi dan penyebaran informasi, seperti media sosial, seminar, influencer, hingga kampanye ekonomi syariah yang kreatif dan mudah dipahami masyarakat luas.
Selain itu, beliau turut menjelaskan beberapa tantangan yang masih dihadapi dalam pengembangan literasi ekonomi Islam, di antaranya maraknya hoaks, kurangnya sumber daya manusia yang kompeten, serta masih kuatnya pola pikir ekonomi konvensional di tengah masyarakat.
Sebagai solusi, beliau menekankan perlunya edukasi secara masif, penguatan digitalisasi, serta kolaborasi antara akademisi, pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat dalam memperluas pemahaman ekonomi Islam.
“Ekonomi tidak hanya soal sistem, tetapi juga tentang bagaimana kita mengkomunikasikannya kepada umat. Ketika komunikasi dilakukan dengan baik, maka pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap ekonomi syariah akan semakin meningkat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Studium General ini, diharapkan mahasiswa FEHBI UNIMUS mampu meningkatkan pemahaman mengenai ekonomi Islam sekaligus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam menyebarkan nilai-nilai ekonomi syariah kepada masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata FEHBI UNIMUS dalam mendukung pengembangan literasi ekonomi Islam serta mencetak generasi muda yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.


